Tue, 19 Mar 2019
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Layanan ATB Mobile hadir di GOR Bandara, Lap Bola Tanjung Uma, Pasar BBC Dapur 12, pasar Fanindo Tanjung Uncang.
ATB Raih TOP Perusahaan Air Minum Terbaik dan TOP CEO Perusahaan Air Minum Terbaik dari TOP BUMD 2018.
Pembayaran tagihan air ATB bisa dilakukan di Indomaret serta Bank Bukopin
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda keterlambatan dan penghentian aliran air bersih.

Info Grafis

Mencermati Catchment Area Dam Tembesi yang Tak Terjaga

Dipublikasikan Pada : 28-FEB-2019 17:30:32,   Dibaca : 216 kali

Kebutuhan air bersih jadi konsumsi wajib setiap umat manusia, air bersih dipenjuru bumi diprediksi semakin langka. Bagaimana ketersediaan air bersih di Batam untuk masa depan?

Kota Batam sebagai daerah yang tidak memiliki sumber air baku yang melimpah, harus jadi perhatian semua pihak. Berputarnya roda bisnis hingga bertumbuhnya industri dan residence membutuhkan air yang cukup. Tambahan air baku perlu tersedia untuk kesinambungan air bersih bagi warga Batam.

Dam Tembesi diwacanakan jadi sumber air baku tambahan yang disiapkan pemerintah. Namun, mungkin belum semua peduli dengan kondisi dam Tembesi. Sekilas dam Tembesi terlihat biasa saja, namun ternyata kondisinya memprihatinkan. Dapat dicermati melalui foto udara, catchment area dam yang berdekatan dengan jembatan Barelang ini telah rusak.
 
"Daerah resapan air itu justru tak memiliki kawasan hutan yang banyak dan tak terjaga. Dam Tembesi nantinya diperuntukkan menyuplai air bersih untuk warga di kawasan Batuaji, Tanjunguncang dan sekitarnya," jelas Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto MM dihadapan sejumlah jurnalis pada kegiatan Media Gathering ATB 2019.

Kesempatan itu, dijabarkan beberapa kondisi catchment area dam Tembesi melalui foto udara dengan kondisi terkini, mulai dari hulu hingga hilir. Di bagian hulunya, kawasan yang mestinya diperuntukkan daerah tangkapan air ini telah terisi dengan rumah-rumah penduduk.

"Daerah tangkapan air kok dialokasikan jadi rumah. Bagaimana masa depan Dam Tembesi? Tak mungkin juga orang (penduduk yang tinggal di perumahan tersebut) itu diusir," ucap Benny Andrianto menambahkan.

Pada sisi ujung dam, air terlihat berwarna keruh, seperti coklat kekuningan. Areanya terisi dengan perkebunan warga sekitar dan dikelilingi tambang liar. Mendekati hilir, air yang ada warnanya lebih mirip warna hitam. Hampir tidak ada hutan di sekitar daerah resapan air.

"Ini jadi salah satu topik yang dicermati, bagaimana Batam di masa depan. Warga Batam saya pikir belum banyak yang tahu kondisi dam ini," ujarnya.

Pucuk pimpinan di ATB tersebut menambahkan, kondisi ketersediaan air di Batam saat ini sudah sangat terbatas, sementara pertumbuhan penduduk Batam kian bertambah. Batam perlu tambahan sumber cadangan air baku lainnya.

Dam Tembesi ditargetkan memiliki kapasitas air sebesar 600 liter per detik. Perhitungan angka ini didukung dengan kondisi hutan di sekitar daerah tangkapan air sepenuhnya utuh, karena pohon-pohon tersebut bisa menyimpan air.

"Kondisi dam Tembesi lebih parah dari dam Sei Harapan. Kalau di dam Harapan kan ada pendangkalan. Kalau di dam Tembesi, daerah resapan airnya hancur," kata Benny Andrianto.

Belum lagi tender pengelolaan dam itu dimulai dan selesai tahun ini, usia Dam Tembesi diperkirakan tak bertahan lama. Hanya sekitar dua tahun setelah beroperasi. Jika beroperasi pada 2020, ditaksir hanya bertahan hingga 2022. (Corporate Secretary)



Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam