Adhya Tirta Batam Official Website
 
Fri, 06 Dec 2019
Selamat Datang di Website PT. Adhya Tirta Batam (ATB)
Selalu Siapkan Tampungan Air, Antisipasi Terjadi Gangguan Suplai
Sumber Air Baku di Batam Terbatas, Gunakan Air Seperlunya Bukan Secukupnya.
Layanan ATB Mobile hadir di Pasar Botania 2, pasar Sei Harapan, Pasar BBC Dapur 12, pasar Fanindo Tanjung Uncang.
Pembayaran tagihan air ATB bisa dilakukan di Alfamart, Indomaret serta Bank Bukopin
Bayarlah tagihan anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya agar terhindar dari denda keterlambatan dan penghentian aliran air bersih.

Info Grafis

Diselamatkan Ilmu Manajemen

Dipublikasikan Pada : 15-JUL-2019 10:33:42,   Dibaca : 487 kali

Di atas segalanya, manajemen adalah pertemuan seni, sains dan kerajinan.
Prof. Henry Mitzberg, OC, OQ, Ph.D, Dhc, FRSC. Akademis, Penulis Buku, Profesor Studi Manajemen di McGill University

Waktu disodori tawaran untuk berbagi melalui kolom pikiran, saya sempat berpikir panjang. Beberapa pertimbangan mulai berseliweran. Apa yang harus saya bagikan? Bagaimana cara saya mengatur waktu untuk menulis? Apa nama kolom pikirannya?

Namun setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya saya putuskan untuk menulis. Seminggu sekali saya rasa cukup. Saya ingin menulis pengalaman saya saja. Tapi harus dipandang dari sudut pandang manajemen.

Tapi banyak juga yang bertanya, kok materi tulisannya soal manajemen? Padahal ilmu manajemen bisa dibilang tak populer. Bahkan dulu ilmu manajemen masuk dalam jajaran ???Kasta Sudra???. Tak elite.

Kalau ada yang mau masuk sekolah, jarang yang berminat masuk ke dalam jurusan manajemen. Jurusan ini dipilih hanya ketika sudah tidak ada pilihan. Bahkan dulu ada anggapan, lulusan sekolah manajemen tak punya masa depan. Itu dulu.

Kunci kesuksesan ternyata ada di ilmu "Kasta Sudra" itu. Tanpa manajemen yang baik, ilmu apapun yang saya miliki tak akan mengantarkan kepada keberhasilan. Tanpa manajemen saya mungkin bisa bertahan, namun sangat sulit untuk maju pesat.

Apa hebatnya sih ilmu manajemen?

Kemampuan manajemen, kita mampu mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan dengan cepat. Ilmu lain tak mengajarkan hal tersebut. Dengan manajemen kita baru bisa meningkatkan efisiensi dan efektifitas.

Saya sudah buktikan. Di ATB. Dengan cadangan air baku yang sangat terbatas, ATB masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk seluruh Batam hingga hari ini. Berkat pengelolaan manajemen yang profesional, dipadukan dengan inovasi teknologi, kami mampu mengefisiensi banyak hal dalam proses produksi dan proses bisnis. Salah satunya efisiensi kebocoran hingga 16,7 persen pertahun. Ini merupakan kebocoran air terkecil di Indonesia.

Pencapaian ini tak mampu diraih perusahaan lain. Baik yang berstatus PDAM maupun Swasta. Ketua Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Bambang Sudiatmo sempat curhat soal sulitnya menekan angka kehilangan air di Indonesia.

Dalam kesempatan pertemuan pers Februari kemaren, pak Bambang bilang target kehilangan air nasional harus berada di level 20 persen. Tapi nyatanya, sekarang tingkat kehilangan air Nasional masih 33,16 persen. Malah naik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berkat manajemen yang profesional pula ATB mampu berjalan dengan performa baik walaupun hampir 10 tahun tak ada kenaikan tarif. Sementara banyak perusahaan lain yang terus mengaku rugi, padahal selalu naik tarif.

Kalau dipikir-pikir ini pencapaian yang mengejutkan. Apa sih yang gak naik dalam 10 tahun terakhir? Catatan Bank Indonesia, akumulasi inflasi Kepri sejak tahun 2010 sampai akhir tahun 2018 sudah mencapai 44,48 persen.

Tarif listrik dan BBM contohnya sudah berkali-kali naik sejak 2010 sampai tahun ini. Dari Kompas.com diketahui, tahun 2010 harga Premium masih Rp 4.500/ liter. Tahun 2019 sudah mencapai Rp 6.600/ liter. Kenaikannya sudah 46.67 persen.

Ketika dihantam badai yang sama, ATB malah makin moncer. Tak malah jatuh terjengkang
Kata kuncinya, manajemen pengelolaan yang profesional menciptakan efektifitas dan efisiensi. Secara teoritis, ketika perusahaan semakin efisien, kebutuhan untuk kenaikan tarif bukan lagi menjadi hal utama.

Dengan kata lain, kebutuhan akan kenaikan tarif menunjukan ada potensi perusahaan tersebut belum efisien. Lalu mengapa perusahaan lain mengaku rugi padahal tarifnya sudah mahal dan terus naik? Mari kita pikirkan.

Salam Kopi Benny.
 
Selengkapnya di https://batampos.co.id/2019/07/15/diselamatkan-ilmu-manajemen/



Copyright © 2016 Adhya Tirta Batam. All Rights Reserved. Situs didesain oleh Internal Developer PT. Adhya Tirta Batam